Deskripsi cerpen “Permainan Cermin Sang Pemahat Mimpi”
Judul: Permainan Cermin Sang Pemahat Mimpi
Penulis: Dwi Ratna Susanti
Format: PDF
Jumlah Halaman: 36 halaman
Dalam dunia yang terjalin antara realita dan mimpi, Arjuna seorang penjelajah urban dan pemecah kode dengan masa lalu yang kabur, terjerat dalam labirin penuh ilusi, cermin, dan kenangan yang terkubur. Ketika ia menemukan jejak organisasi rahasia yang misterius, langkah-langkahnya membawanya ke sebuah studio tua milik seorang seniman surealis yang dijuluki Pemahat Mimpi. Studio itu bukan sekadar ruang seni, melainkan portal menuju dunia lain: dunia mimpi yang bisa dimanipulasi, dijebak, bahkan dikendalikan.
Melalui cermin-cermin aneh yang tersebar di seluruh ruangan, Arjuna terseret ke dalam pusaran dunia bawah sadar yang tak terkendali. Di sana, ilusi dan kenyataan bercampur, menciptakan pertarungan batin yang tak hanya menguji fisik, tetapi juga kestabilan pikirannya. Setiap cermin menyimpan versi alternatif dirinya sebagian penuh luka, sebagian menyimpan kegelapan, dan ada pula yang menunjukkan sisi yang tak pernah ia sadari ada dalam dirinya.
Namun, bahaya sebenarnya bukan sekadar dalam bentuk mimpi. Organisasi rahasia yang ia buru ternyata memiliki rencana besar: mengendalikan pikiran manusia lewat dunia mimpi dan menghapus memori para individu yang dianggap mengancam. Lebih mengejutkan lagi, Arjuna mendapati dirinya memiliki hubungan masa lalu dengan organisasi tersebut, membuatnya bukan hanya pemburu, tetapi juga bagian dari sejarah yang ingin ia lupakan.
Cerpen ini memadukan elemen thriller psikologis, misteri, dan fantasi dengan detail dunia mimpi yang surealis. Pembaca akan diajak masuk ke dalam petualangan mendalam, menelusuri lorong-lorong kesadaran yang retak, melawan bayangan masa lalu, dan menghadapi pertarungan filosofis antara kendali dan kebebasan, antara ilusi dan kenyataan.
Permainan Cermin Sang Pemahat Mimpi tidak hanya menyuguhkan ketegangan dan kejutan demi kejutan, tetapi juga menghadirkan pertanyaan penting: sejauh mana kita mengendalikan pikiran kita sendiri, dan kapan kita mulai kehilangan kendali?
Dengan narasi yang kuat, alur yang penuh teka-teki, serta karakter-karakter kompleks yang menyimpan rahasia masing-masing, cerpen ini adalah perjalanan intelektual dan emosional yang menghantui dan menginspirasi.
Ulasan
Belum ada ulasan.